sekian lama ditinggalkan blog ini, hari ni terasa nak mencoret lagi.. blog ini mengingatkan midi pada teman2 yang pernah dikenali, tak kira pernah ditemui mahupun tidak, terkenang sejenak tahun 2009 yang ditinggalkan dengan dipenuhi asam dan garam yang jadi lumrah kehidupan manusia.
permulaan yang telah mula namun terhenti... adakah langkah baru yang lama ini menjanjikan sesuatu yang dicari selama ini, mungkin ya mungkin juga tidak.. yang lama tetap telah pergi, yang baru muncul... tapi hakikat nya itukah yang dicari? yang pasti sekali lagi jawapannya.. mungkin ya mungkin tidak..
bagi yang membaca blog ini... selamat tahun baru 2010... biar kabur semalam berakhir di tahun baru ini..
buat Mal.. u always in my mind
Buat Renungan Semua
Ku merintih... aku menangis... Ku meratap... aku mengharap... Ku meminta... dihidupkan semula, Agar dapat kembali ke dunia nyata, Perjalanan rohku melengkapi sebuah kembara, Singgah di rahim bonda sebelum menjejak ke dunia, Menanti di barzakh sebelum berangkat ke mahsyar, Diperhitung amalan penentu syurga atau sebaliknya
Tanah yang basah bewarna merah, Semerah mawar dan juga indung, Tujuh langkah pun baru berlalu, Seusai talkin bernada syahdu, Tenang dan damai dipusaraku, Nisan batu menjadi tugu, Namun tak siapapun tahu, Resah penantianku, Terbangkitnya aku dari sebuah kematian, Seakanku dengari tangis mereka yang ku tinggalkan, Kehidupan di sini bukan satu khayalan, Tetapi ia sebenar kejadian
Kembali ROH kembali... Kembalilah ke dalam diri, Sendirian sendiri... Sendiri bertemankan sepi, Hanya kain putih yang membaluti tubuhku, Terbujur dan kaku jasad di dalam keranda kayu, AJAL yang datang di muka pintu, Tiada siapa yang memberitahu, Tiada siapapun dapat hindari, Tiada siapa yang terkecuali
Lemah jemari..., Nafas terhenti..., Tidak tergambar sakitnya mati..., Cukup sekali tak sanggup untuk ku mengulangi..., Jantung berdegup kencang, Menantikan malaikat datang, Menggigil ketakutan, Gelap pekat di pandangan, Selama ini diceritakan, Kini aku merasakan, Di alam barzakh, Jasad dikebumikan, Ku merintih... aku menangis..., Ku merata... aku mengharap..., Ku meminta... dihidupkan semula, Agar dapat kembali kedunia nyata.
Tanah yang basah bewarna merah, Semerah mawar dan juga indung, Tujuh langkah pun baru berlalu, Seusai talkin bernada syahdu, Tenang dan damai dipusaraku, Nisan batu menjadi tugu, Namun tak siapapun tahu, Resah penantianku, Terbangkitnya aku dari sebuah kematian, Seakanku dengari tangis mereka yang ku tinggalkan, Kehidupan di sini bukan satu khayalan, Tetapi ia sebenar kejadian
Kembali ROH kembali... Kembalilah ke dalam diri, Sendirian sendiri... Sendiri bertemankan sepi, Hanya kain putih yang membaluti tubuhku, Terbujur dan kaku jasad di dalam keranda kayu, AJAL yang datang di muka pintu, Tiada siapa yang memberitahu, Tiada siapapun dapat hindari, Tiada siapa yang terkecuali
Lemah jemari..., Nafas terhenti..., Tidak tergambar sakitnya mati..., Cukup sekali tak sanggup untuk ku mengulangi..., Jantung berdegup kencang, Menantikan malaikat datang, Menggigil ketakutan, Gelap pekat di pandangan, Selama ini diceritakan, Kini aku merasakan, Di alam barzakh, Jasad dikebumikan, Ku merintih... aku menangis..., Ku merata... aku mengharap..., Ku meminta... dihidupkan semula, Agar dapat kembali kedunia nyata.
Thursday, December 31, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
